Sore ini cuaca tak seperti sore-sore yang telah lalu. Sore ini mentari agaknya masih betah untuk tersenyum dan melihat seisi dunia. Awan hitam sedikitpun tak ada yang berani untuk menyelimuti awan-awan putih yang terlihat cantik karena terimbas cahaya dari sang mentari. Sore yang indah. Tapi sayang tak seindah perasaan dari cewek yang sedang duduk sendiri di bawah pohon kamboja yang telah berumur puluhan tahun itu. Tangannya menengadah dan barisan do’a terangkai dari bibirnya. Sesekali air menetes dari kedua pelupuk matanya. Dia bernama Dira.
Selesai berdo’a, tangannya menyentuh kayu persegi panjang yang bertuliskan sebuah nama yang tidak akan pernah sirna dari hatinya. Nama yang dulu begitu dekat dan terngiang di telinganya. Nafas dari sang pemilik nama yang dulu hangat akan kasih sayag itu kini tak lagi berhembus. Malaikat Izroil telah datang kepadanya dan mengambil nyawanya. Nyawa yang ketika berada di rahim sang Ibunda di tanamkan dalam raga sang pemilik nama dalam nisan itu.
Tampilkan postingan dengan label My Cerpen. Tampilkan semua postingan
No Comments
Air Mata Persahabatan
.
Category My Cerpen
Google Translate
Apa mpendapatmu tentang This Blok??
Labels
- Love Stories (1)
- My Cerpen (1)
- Puisi (1)
Entri Populer
-
Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an kat...
-
Ini merupakan puisi yang aku tulis waktu aku menyukai seorang cowok. (ehmm..) Tapi tak kusangka ternyata sahabatku menyukai sosok laki-laki ...
-
Sore ini cuaca tak seperti sore-sore yang telah lalu. Sore ini mentari agaknya masih betah untuk tersenyum dan melihat seisi dunia. Awan hit...














